Dalam Melaksanakan UNBK di Sumut, Ada Beberapa Sekolah Pinjam Leptop ke Siswa dan Guru

MEDAN - Dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK, Lembaga negara untuk pengawasan pelayanan publik, Ombudsman Republik Indonesia, bahwasannya, masih ada sekolah yang tidak siap dalam melaksanakan UNBK, yang dimulai sejak Senin 2 April 2018.

Adanya Ketidaksiapan tersebut, yang terbukti bahwa adanya temuan sekolah yang menumpang di sekolah lain untuk melaksanakan UNBK. Ombudsman mengatakan, bahwa ada juga, yang menemukan pihak sekolah yang meminjam laptop kepada guru dan ke orangtua siswa, agar siswa mereka bisa mengikuti UNBK.

Namun, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar menjelaskan, ada beberapa temuan tersebut, yang berdasarkan laporan Tim Ombudsman RI Perwakilan Sumut pada saat ini masih terus melakukan monitoring dan pengawasan pelaksanaan UNBK di Sumut.

Seperti, yang telah dikutip dari okezone. Di SMKN 1 Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara. Bahwasannya, ada sebagian komputer yang digunakan untuk melaksanakan UNBK dipinjam dari guru, karena kesediaan komputer sekolah tidak cukup untuk pelaksanaan UNBK.

Dan, di SMKN 1 Talawi, pihak sekolah hanya memiliki 8 unit komputer. Padahal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan UNBK ini sebanyak 60 unit komputer. Oleh karena itu, untuk menutupi kekurangannya, dari pihak sekolah terpaksa menyewa komputer dan meminjam laptop milik siswa dan guru.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, "Di SMK Swasta Amir Hamzah Batubara, yang ditemukan, UNBK dilaksanakan dengan meminjam 10 unit laptop dari siswa. Selebihnya milik sekolah.

Di hari ketiga pelaksanaan UNBK, sejauh ini pelaksanaan masih relatif baik. Jika dibandingkan dengan UNBK pada tahun lalu, ucap Abyadi. Dan Ombudsman pun mengaku, akan terus melakukan pengawasan, hingga UNBK selesai. Bertujuan untuk memastikan agar tidak ada kecurangan dalam pelaksanaan UNBK.

Tambahnya, bahwasannya "Kita hanya memberikan catatan, agar pelaksanaan UNBK berjalan baik, dan tidak perlu dikawal oleh polisi. Karna ini bisa menimbulkan dampak yang buruk, dan kekhawatiran terhadap para siswa. Lagi pula, itu tidak diwajibkan dan diatur dalam prosedur operasional standar ujian nasional.

Adanya Keterlambatan Pengumuman Hasil UN di SMP
Pemuda Indonesia Memperingati Hardiknas 2018, Juga Menyelenggarakan Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan
Mendikbud, Muhadjir Effendy Menguatkan Hardiknas Menjadi Momentum Pendidikan dan Kebudayaan
MTsN 2 Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon Melaksanakan UNBK Dengan Modem
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib