Kisah Guru di Sumba Bergaji Rp300 Ribu perbulan

KUPANG - Mardiana Juana Poduloya, seorang guru honorer di SD Masehi Kapunduk, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, ini sudah mengabdi di sekolah itu lebih dari 13 tahun. Namun, gaji guru wanita berusia 31 tahun ini hanya Rp300 ribu per bulan yang tentu saja jauh dari mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Mardiana hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) di salah satu sekolah negeri di Kota Waingpau. Usai menamatkan sekolahnya, ia tak mampu melanjutkan kuliah karena masalah ekonomi keluarga, sehingga hanya bekerja membantu orang tuanya dengan berjualan.

Setelah menikah, Mardiana berusaha mencari kerja untuk membantu perekonomian keluarga, karena suaminya hanyalah seorang buruh kasar yang bekerja secara serabutan.

"Saat ada tawaran dari sekolah itu dan membutuhkan guru untuk mengajar di kelas 1, saya langsung terima," kisahnya.

Demi membantu suaminya dan menafkahi anaknya berjumlah dua orang dan salah satunya sudah sekolah, ia pun berusaha mengajar walaupun tak semahir guru-guru lain yang memang sudah berpengalaman mengajar.

Lima tahun pertama mengajar, Mardiana sempat merasa jenuh dan merasa bahwa gajinya tak mencukupi karena salah satu anaknya harus masuk sekolah juga. Namun, semangat menyampaikan ilmu kepada anak-anak membuat dia memutuskan tetap mengabdi di sekolah tersebut walaupun dengan honor yang sangat rendah.

Salah seorang kawannya menyarankan agar Mardiana meneruskan kuliah untuk mendapatkan ijazah S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) agar bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di sekolah tempatnya mengajar.

Bermodalkan gaji yang pas-pasan dan gaji suami yang juga pas-pasan serta hasil tabungannya, Mardiana pun mendaftarkan diri jadi mahasiswa dengan jurusan PGSD namun dengan sistem jarak jauh pada 2006 dan bisa diselesaikannya pada 2013.

Setelah sekitar lima tahun berpredikat sebagai sarjana S-1, nasib Mardiana ternyata belum berubah. Hingga kini, dia hanya bisa pasrah karena belum mendapatkan kesempatan untuk diangkat menjadi PNS.

Kisah lainnya datang dari Kartini, guru yang sudah mengajar sejak 2005 namun hingga kini masih bergaji Rp550 ribu per bulan.

"Gaji sebesar itu sudah saya dapatkan sejak 2005. Tentu saja masih sangat kurang karena saya juga harus kuliah lagi mengambil jurusan PGSD dengan biaya per bulan sebesar Rp750.000," ujarnya.

Kartini kini sudah berusia 32 tahun. Wanita ini berharap agar pemerintah daerah setempat mendengarkan keluhan para guru honorer di Sumba Timur. Oleh karena itu, untuk menutupi kekurangan kebutuhan hidup sehari-hari, Kartini harus mencari pemasukan lain dengan cara berjualan kue di rumahnya usai jam pelajaran sekolah. "Lumayan bisa menambah pemasukan," ujarnya sambil tersipu malu.

Namun pada umumnya gaji para guru honorer di Sumba Timur sudah dibilang di atas Rp50.000 yakni berkisar antara Rp300.000 sampai Rp500.000 per bulan.

Untuk memperhatikan nasib para guru setempat agar bisa diangkat menjadi PNS, pemda setempat kemudian membiayai kuliah PGSD bagi sekira 350 guru honorer di daerah itu, khusus bagi mereka yang sudah bekerja selama 10 tahun.

"Sejak 2016 sampai 2017 kita kuliahkan 350 guru honorer yang berijazah SMA. Mereka sudah mengabdi sebagai tenaga pengajar selama 10 tahun dengan gaji yang sangat minim," ujarnya.

Program Pemerintah Sumba Timur itu dalam rangka menyejahterakan guru-guru di daerah itu sekaligus juga melatih para guru agar lebih kreatif saat mengajar. Jurusan kuliah yang diambil oleh para guru tersebut adalah S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Pada 2018, pemerintah setempat juga kembali menganggarkan untuk menguliahkan para guru honorer.

Tahun 2018 akan ada lagi program serupa hanya jumlahnya belum dipastikan. "Pak Bupati sudah sempat membicarakan beberapa waktu lalu," tambahnya.

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib