SMP Agam gelar simulasi UNBK

Lubukbasung - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan menggelar simulasi UNBK yang akan diadakan sebanyak dua kali bagi siswa di 42 unit SMP di daerah tersebut menjelang pelaksanaan ujian pada 23-26 April 2018.

Frizal selaku Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam,  dia mengatakan bahwa simulasi UNBK pertama digelar pada 21-22 November 2017 dan simulasi UNBK kedua bakal digelar pada 14-15 Februari 2018, Sabtu (20/1/18) dilansir dari laman Antarasumbar.

"UNBK ini akan diadakan di 42 sekolah dengan jumlah siswanya sebanyak 3.772 orang dan soal simulasi UNBK ini berasal dari pusat," katanya.

Dia mengatakan, tidak ada kendala yang dihadapi oleh siswa saat UNBK karena siswa sudah paham mengoperasikan komputer. Kendala yang dihadapi saat UNBK berupa listrik padam dan jaringan internet. Namun pihaknya dan  sekolah akan menyurati pihak PT PLN dan PT Telkom menjelang pelaksanaan UNBK.

Selain simulasi UNBK, sebanyak 1.643 siswa dari sembilan SMP juga mengikuti uji coba Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

Uji coba tersebut diadakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Simulasi dan uji coba tersebut bertujuan agar siswa tidak ada kendala dalam mengerjakan soal nantinya.

Dia juga menambahkan, jumlah siswa di daerah tersebut yang akan mengikuti ujian sebanyak 8.943 orang, berasal dari SMP sebanyak 5.425 orang dan MTs 3.518 orang.

Dari 8.943 siswa tersebut, tambahnya, sebanyak 3.772 siswa dari 42 SMP mengikuti UNBK, 1.642 siswa dari sembilan SMP mengikuti UNKP, 1.976 siswa dari 32 MTs mengikuti UNBK dan 1.542 siswa dari 26 MTs mengkuti UNBK.  

Dia mengakui, bahwa SMP yang hanya melaksanakan UNBK secara mandiri 15 unit dan MTs dua uni. Sisanya menumpang ke SMK dan SMA terdekat karena komputer di sekolah itu masih kurang.

"Kita akan membantu komputer ke sekolah setiap tahun, agar seluruh sekolah mengadakan UNBK secara mandiri," katanya.

Ketua Komisi IV Bidang Pendidikan dan Kesra DPRD Agam, Irfan Amran mengimbau seluruh siswa yang akan mengikuti ujian untuk lebih giat belajar, membahas soal ujian sebelumnya dan lainnya.

Selain itu, orang tua juga harus mengontrol anak mereka untuk belajar dan jangan biarkan mereka keluyuran malam.

"Dengan cara itu, maka mereka akan memiliki nilai yang bagus," katanya. (*)

pendidikan 20 persen di APBD, Baru dua provinsi dan 26 kabupaten/kota
Jadwal Pelaksanaan SNMPTN
Jurusan Ini Banyak Dicari Perusahaan Zaman Now
Presiden Jokowi Bagikan 1.010 kartu KIP
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib