Kisah Polisi Didik Siswa di Daerah Terpencil

Riau, (Emadink.com) - Polisi berpangkat rigadir, Nofri Yanto selalu mengajar di SDN 08, Kampung Rempak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Anak-anak tidak lagi asing dengan polisi ini, karena ia selalu datang untuk mengajar mata pelajaran kewarganegaraan.

‎Nofri sudah menjadi Bhabinkamtibnas di Polsek Siak selama lebih kurang tiga tahun. Ia seorang Polisi pelosok yang membantu memberikan pelajaran tentang PKN atau pendidikan kewarganegaraaan di SDN 08, Kabupaten Siak. Tujuannya untuk lebih mengindonesiakan masyarakat sejak dini.

Semua siswa antusias menerima pelajaran dari polisi ini, bahkan mereka dengan lancar menjawab berbgai pertanyaan yang menyangkut nilai-nilai Pancasila.

Jarak tempuh yang harus dilalui oleh Nofri tempat singgah dan sekolah lumayan jauh. Rasa lelah dan letih terobati oleh keceriaan anak muridnya.

‎Letak SDN 08 Kampung Rempak sendiri berada di dalam pedesaan yang berbatasan dengan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Siak.

Salah satu alasan ia mengabdi karena sekolah yang baru 3 tahun lalu didirikan itu masih kekurangan tenaga pengajar. Selain itu, ia memiliki misi tersendiri dengan mengajarkan kewarganegaraan yang harapannya anak murid di SDN 08 Kampung Rempak dapat mengikuti langkahnya membangun desa dan lebih mencintai Indonesia.

"Hal ini saya lakukan bertujuan untuk mendidik anak anak dari kecil biar nanti dewasa jadi polisi yang berguna, atau apapun yang berguna untuk membangun negeri," jelasnya, Kampung Rempak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu (22/11).

Ia juga mengajar berbagai kegiatan ekstrakulikuler seperti Pramuka, olahraga, dan kesenian.

"Karena mendidik anak-anak lebih susah daripada mendidik orang yang sudah dewasa kan, pikiran anak kan pengen serba tahu dan sok tahu. Tapi walau bagaimanapun namanya anak-anak tetap kita jadikan dia seperti teman kita, sahabat kita," ungkapnya.

Setelah menjalankan proses belajar mengajar di SDN 08 Kampung Rempak, Nofri melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor menuju tepian sungai Siak‎. Sesampain‎ya di tepian Sungai Siak, dengan sabar ia menanti para siswa pulang sekolah. Penantiannya ini bukan tak bertujuan, Nofri menunggu para siswa dari berbagai sekolah untuk diseberangkan ke desa yang berada diseberang dengan menggunakan sampan.

‎"Karena memang cukup jauh kalau lewat jalur darat. Dan sampan ini memang rata-rata digunakan oleh kelas menengah ke bawah. Digratiskan," ucapnya.

Sampan sendiri merupakan alat transportasi penghubung antara desa Benteng Hulu yang berada diseberang dengan Desa di Kecamatan Siak. Sampan tersebut digunakan bagi para masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

‎"Angkot pun disini tidak ada, apalagi Go-Jek, sarana angkutan umum tidak ada, mau tidak mau naik sampan, mereka harus menggunakan motor pribadi diantar orang tuanya bagi yang mempunyai kendaraan," tandasnya.

 

 

 

 

(Okezone)

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib