Batombe, Identitas Wilayah “Sarantau Sasurambi”

E-madink.com- Istilah Batombe mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Sumatera Barat, khususnya untuk wilayah dengan semboyan “Sarantau Sasurambi”. Semboyan tersebut adalah semboyan untuk Kabupaten Solok Selatan. Kesenian yang tumbuh dan berkembang dari sebuah kampung kecil bernama Kenagarian Abai, yang terletak pada Kecamatan Sangir Batang Hari ini merupakan satu-satunya kesenian tradisional yang lahir dari masyarakat itu sendiri. Menurut Dt. Maso Dirajo (24/4), seorang tokoh adat di Kenagarian Abai, mengatakan bahwa kesenian Batombe adalah salah satu tradisi anak nagari yang lahir dari ketidaksengajaan, apa adanya dan tanpa rekaan. “Batombe ini lahir sebagai penyemangat orang-orang yang sedang bekerja mengambil kayu di hutan untuk membangun rumah gadang pertama di nagari Abai pada  zaman dahulu”, ujar Beliau. Dt. Maso Dirajo mengatakan bahwa dengan adanya kesenian Batombe tersebut membuat masyarakat bersemangat saat mengambil kayu untuk pembuatan rumah gadang sampai akhirnya selesai didirikan. “Saat ini, kesenian Batombe masih dilestarikan untuk acara pesta perkawinan, pengangkatan datuak, dan upacara adat lain, termasuk sebagai sajian khusus rombongan wisatawan yang berkunjung ke Nagari Abai”, tambahnya.

Saat ini Batombe mengalami perubahan. Jika dahulu Batombe digunakan untuk menyemangati masyarakat bergotong royong dalam membuat rumah gadang, namun sekarang beralih fungsi sebagai suatu bentuk hiburan dalam perhelatan, pengangkatan datuak serta menyambut kedatangan rombongan wisatawan yang singgah di nagari Abai.
Syafrinedi (24/4), warga masyarakat Abai, mengatakan bahwa kesenian Batombe ini merupakan kesenian asli nagari Abai yang menjadi potensi Kabupaten Solok Selatan dalam bidang kebudayaan. “Kesenian Batombe ini adalah kesenian yang turun temurun dan merupakan salah satu potensi kebudayaan wilayah Solok Selatan yang dapat dibanggakan, dipromosikan ke daerah luar, dan harus dilestarikan”, ujar Nedi. Menurut Nedi, kesenian Batombe dapat kita saksikan pada acara-acara tertentu, seperti acara perkawinan, pengangkatan datuak, dan penyambutan wisatawan. “Batombe ini bentuk keseniannya adalah berbalas-balas pantun. Pertama dilakukan oleh pria dan kemudian disusul oleh wanitanya dengan gerakan-gerakan tarian yang dapat memikat penonton sehingga terlena oleh keindahan kesenian tersebut”, ujar Nedi pada wartawan E-madink. (Novi Tri Wahyuni)

Adanya Keterlambatan Pengumuman Hasil UN di SMP
Pemuda Indonesia Memperingati Hardiknas 2018, Juga Menyelenggarakan Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan
Mendikbud, Muhadjir Effendy Menguatkan Hardiknas Menjadi Momentum Pendidikan dan Kebudayaan
MTsN 2 Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon Melaksanakan UNBK Dengan Modem
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib