Renungan di malam kelabu

Sinar rembulan bergerak meninggalkan bumi

Siut-siut angin, berbisik kepadaku

Apa itu? Apa itu? Apa itu ?

Ku terdiam,……

Ku terpaku,…….

Bibir ini bergetar,……

Bibir ini pucat, hanya butiran-butiran embun yang jatuh membasahi pipi

Di malam yang sunyi, Sepi menyelimuti hati

Renungan di malam yang dingin

Renungan di sudut malam yang paling kelam dan mencekam

Ku hanya diam,..terpaku memandangi hitamnya langit.

Kelam mencekam menutup jiwa yang kosong

Terkoyak bathin dalam renungan di malam kelabu

Menepis lara yang membara di jiwa yang sunyi.

Oleh : SUCI APRIANI NINGSIH

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib