Renungan di malam kelabu

Sinar rembulan bergerak meninggalkan bumi

Siut-siut angin, berbisik kepadaku

Apa itu? Apa itu? Apa itu ?

Ku terdiam,……

Ku terpaku,…….

Bibir ini bergetar,……

Bibir ini pucat, hanya butiran-butiran embun yang jatuh membasahi pipi

Di malam yang sunyi, Sepi menyelimuti hati

Renungan di malam yang dingin

Renungan di sudut malam yang paling kelam dan mencekam

Ku hanya diam,..terpaku memandangi hitamnya langit.

Kelam mencekam menutup jiwa yang kosong

Terkoyak bathin dalam renungan di malam kelabu

Menepis lara yang membara di jiwa yang sunyi.

Oleh : SUCI APRIANI NINGSIH

Satu SMP di Bukittinggi yang Tidak UNBK Mandiri
Penyelenggara UNBK Tingkat SMP Meningkat di Pasaman Barat
Guru SMPN 1 Merangin Penemu Mesin Bor Tiga Dimensi
Nilai UN Tidak Jadi Syarat Dalam SNMPTN dan SBMPTN 2018
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib