BNN Kota Payakumbuh Gelar Aksi Simpatik

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh gelar aksi simpatik dengan membagikan brosur dan stiker informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat Kota Payakumbuh. Aksi simpatik ini merupakan salah satu wujud kepedulian yang dilakukan oleh BNN Kota Payakumbuh dalam menekan jumlah pecandu dan pengedar narkoba di Kota Payakumbuh sebagai kota perlintasan.

 Anti Narkoba Internasional (HANI) yang jatuh tepat pada tanggal 26 Juni tahun ini mengangkat tema Pengguna Narkoba Dapat Dicegah dan Diobati atau Drug Use Disorder are Preventable and Treatable. Kepala BNN Propinsi Kombes Arnowo yang hadir dalam upacara peringatan HANI di Balaikota Payakumbuh dan ikut serta dalam membagikan brosur bersama Kepala BNN Kota Payakumbuh Kompol Bambang Yudistira menjelaskan bahwa peredaran narkoba dan penyalahgunaannya setiap tahun meningkat.

\"Tahun ke tahun penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang terjadi di Sumatera Barat dan beberapa kota maju lainnya selalu meningkat. Tidak hanya pecandu melainkan pengedar narkobanya pun juga meningkat. Hal ini disebabkan karena semakin maju sebuah negara maka masalah narkoba yang akan dihadapi semakin merebak dan meningkat,\" jelas Kepala BNN Propinsi Sumatera Barat sebelum turun ke jalan untuk membagikan brosur dan stiker kepada pengguna jalan di Kota Payakumbuh.

Menurut Kepala BNN Kota Payakumbuh Bambang Yudistira, Payakumbuh sebagai kota perlintasan menjadikan Kota Payakumbuh sebagai jalur peredaran narkoba yang harus dicegah dan ditangani secara serius. Setiap tahunnya angka penyelahgunaan yang terjadi pun meningkat. Saat ini di Kota Payakumbuh terdapat 568 pecandu yang didapat dari hasil penjangkauan dari mantan pecandu yang kini bekerjasama dengan BNN dalam merangkul pecandu dan pengedar penyalahgunaan narkoba.

Namun dari jumlah ini Kompol Bambang Yudistira yang didampingi Kasi Pencegahan Andria Maya menyebutkan bahwa BNN Kota Payakumbuh telah melakukan rehabilitasi kepada 10 pecandu yang dikirim ke LIDO sebagai salah satu temat rehabilitiasi di Indonesia. Kemudian juga tengah melakukan rawat jalan kepada 153 pecandu yang dilaksanakan di Puskesmas Payolansek. Hal ini dilakukan untuk menekan pecandu untuk bisa sembuh kembali dan terhindar dari bahaya narkoba ke depannya.

\"Tercatat sebanyak 568 pecandu hasil dari jangkauan BNN Kota Payakumbuh. Kemudian 10 orang pecandu telah dikirim ke lembaga rehabilitasi LIDO dan sebanyak 153 orang saat ini menjalani rawat jalan di salah satu tempat wajib lapor dalam penyembuhan bagi pecandu narkoba yaitu di Puskesmas Payolansek,\" jelas Kepala BNN Kota Payakumbuh saat wawncara di salah satu ruas jalan di Kota Payakumbuh yang menjadi titik pembagian brosur dan stiker informasi tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Pembagian ini menurut Kompol Bambang Yudistira bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan upaya rehabilitasi kepad pecandu. Sehingga jumlah angka yang dari tahun ke tahun meningkat dapat ditekan. Sehingga Indonesia 2015 bebas dari Narkoba dapat diwujudkan dengan baik oleh seluruh rakyat Indonesia. (ADE)

 

pendidikan 20 persen di APBD, Baru dua provinsi dan 26 kabupaten/kota
Jadwal Pelaksanaan SNMPTN
Jurusan Ini Banyak Dicari Perusahaan Zaman Now
Presiden Jokowi Bagikan 1.010 kartu KIP
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib