KS Nan Tumpah Sedekahkan Dana Produksi Kepada Pegawai Dinas Budpar Sumbar

Kisruh kembali terjadi lagi antara seniman dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat. Kali ini dengan Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) yang tidak terima pemotongan dana produksi yang dilakukan Anita Dikarina dan Endri, pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat. Dana produksi teater yang seharusnya diterima KSNT sebesar Rp8 juta, ternyata dipotong menjadi Rp5 juta. Tidak mau diperlakukan semena-mena, pengurus KSNT sepakat “menyedekahkan” dana produksi  itu kepada dua pegawai itu.

“Dana produksi yang seharusnya berjumlah Rp8 juta tersebut hanya diberikan Rp5 juta kepada KSNT. Alasan Rp2,5 juta dipakai untuk pengganti biaya perjalanan 2 pegawai Dinas Budpar yang ikut mendampingi tim KSNT ke Jakarta, sedang yang Rp500 ribu lagi guna pengganti airport tax. Padahal akomodasi serta produksi ditanggung Kemdikbud,” kata Mahatma Muhammad, pimpinan KSNT Padang, Kamis (26/06/2014). 

Menurut Mahatma Muhammad, mengutip perkataan Anita Dikarina, pemotongan biaya seperti itu wajar. Hal serupa dilakukan pada tim musik dari Bukitinggi serta grup tari Indojati yang sebelumnya juga mewakili Sumbar dalam festival di Jakarta. Anita beralasan, festival ini bukan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, melainkan Kemdikbud. Jadi wajar jika 2 pegawai yang ikut serta mendampingi tim mendapatkan ‘hak’nya. 

“Dengan hanya diberikan Rp5 juta, maka tim KSNT memutuskan tidak menerima seluruh biaya produksi yang seharusnya menjadi hak tim KSNT tersebut. KSNT lebih memilih ‘menyedekahkan’ kepada 2 oknum pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar yang lebih merasa berhak tersebut,” terang Mahatma Muhammad.

Keterlibatan KSNT ini berawal dari terpilihnya kelompok seni ini mewakili Provinsi Sumatera Barat untuk mengikuti Festival Nasional Teater Tradisional 2014 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang digelar pada 13-18 Juni 2014 di Gedung Dewan Kesenian Jakarta. Surat penunjukan KSNT oleh Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar tersebut berdasar dari surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI: Nomor 84/SB/Dit.PKP/II/2014 perihal kegiatan Festival Nasional Teater Tradisional.

KSNT ditunjuk mewakili Sumatera Barat karena prestasi dan produktivitas beberapa tahun kebelakang. Hal ini disampaikan lansung oleh Kasi Seni dan Film Bidang seni dan Nilai Budaya, Anita Dikarina, M. Si, melalui surat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, tanggal 10 Maret  2014, yang ditandatangani oleh Drs. Burhasman, MM, selaku kepala. 

Menurut Mahatma Muhammad, KSNT menerima penunjukan tersebut dengan semangat berproses yang tinggi, terlebih lagi mewakili provinsi Sumatera Barat adalah kebanggaan tersendiri, namun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar tak memberi sepeserpun biaya apapun untuk kelancaran produksi ini. KSNT akhirnya mengusahakan sendiri biaya produksi dengan meminjam dan memperoleh bantuan produksi dari beberapa donatur. 

“Proses  dimulai, KSNT membentuk berjumlah 13 orang, yang mana sebetulnya dijatah 15 orang oleh Kemdikbud, namun pihak Dinas Pariwisata meminta 2 orang pegawai mereka ikut mendampingi,” jelas Mahatma Muhammad.

Dalam festival itu, KSNT meraih prestasi sebagai penampil terbaik dan mendapatkan hadiah piagam, trophy dan tabanas Rp5 juta. Kemdikbud ditambah uang produksi Rp10 juta (potong Pajak, jadi Rp8 juta).

“Hanya saja setelah bendahara KSNT, Riza Jhulia Santikha, menerima  biaya  produksi dari panitia acara Kemdikbud, justru diminta oleh Endri di depan panitia dan tim dari provinsi lain dengan alasan untuk laporan kepada Anita Dikarina. Sementara itu, Anita Dikarina sudah duluan berangkat ke Padang pada tanggal 15 Juni 2014. Menurut Endri, biaya produksi tersebut tidak akan berkurang sedikitpun dan akan segera diberikan sesampainya di Padang, tepatnya di kantor Budpar Sumbar, oleh Anita Dikarina,” jelas Mahatma lagi.

Sementara itu, menurut Mahatma Muhammad, Anita Dikarina marah dan merasa diancam ketika tim KSNT hendak mengangkat masalah ini secara terbuka kepada media, serta mengonfirmasi langsung kepada kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar.

“Anita Dikarina mengancam tidak akan melibatkan KSNT pada program-program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar. Bahkan Anita Dikarina menyebutkan, bantuan hibah sosial grup yang ditujukan oleh KSNT kepada Gubernur Sumatera Barat,” katanya. (mn/ioc)  

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib