Tarung Drajat Demi Pemantapan Fisik dan Kekuatan Iman

Mengkombinasikan olahraga seni  tarung derajat dengan nilal-nilai relegius menghafal alqur’an merupakan salah satu potret wujud nyata julukan Padang Panjang bertajuk Kota Serambi Mekah. Gagasan brilyan itu dilakoni pemegang sabuk Kurata V Bripka Dedi Kurnia Putra, SE anggota Detasemen B Pelopor Brimob Polda Sumbar di Padang Panjang. Hal itu dikatakannya kepada awak media di ruang kerja Humas Setdako Padang Panjang, Jum’at (13/6)

            Dikatakan Dedi KP, bela diri Tarung Derajat mengacu pada pemahamannya adalah  Ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan daya gerak otot, otak dan nurani secara Realistis dan Rasional, terutama pada upaya penguasaan dan penerapan 5 (lima) daya gerak moral, yaitu: Kekuatan - Kecepatan - Ketepatan - Keberanian - Keuletan pada sistem ketahanan dan pertahanan diri yang agresif dan dinamis pada bentuk-bentuk gerakan pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan, kuncian, hindaran dan gerakan anggota tubuh penting lainnya yang terpola pada teknik, taktik,  strategi bertahan, menyerang yang praktis dan efektif bagi suatu ilmu olahraga seni beladiri.

“Para petarung memiliki jiwa dan perilaku yang tidak menyombongkan diri. Mereka terkesan seperti orang yang penurut dengan sikapnya yang tunduk demi menghindari keangkuhan. Hal tersebut tergambar dalam semboyan Tarung Derajat: Aku ramah bukan berarti takut. Aku tunduk bukan berarti takluk, “ jelas Dedi KP notebene pendiri Rumah Tahfiz Gratis di Kota Padang Panjang

Untuk itu lanjut Dedi KP, sangat realistis di il;mu bela diri tarung derajat jika dibarengi nilai-nilai religius sambil belajar menghafal alqur’an. Orang yang mampu menghafal alqur’an Hafiz  Alqur’an, adalah istilah atau gelar yang diberikan kepada mereka yang mampu menghapal  Al Qur\'an, kitab suci agama Islam. Diakui Dedi KP, gagasan itu terlebih muncul berbagai krisil moral dan akhlak terhadap remaja terutama kalangan pelajar seperti terjadinya kasus amoral yang belakangan terjadi di Padang Panjang..

“Esensial dari kombinasi olahraga tarung derajat dengan hafiz alqur’an adalah saling untuk memantapkan antara kekuatan fisik dan kekuatan iman dan takwa. Tidak aka nada artinya jika kekuatan fisik yang tangguh melalui ilmu seni bela diri seperti tarung derajat tanpa dipagar dengan imtag. Terbuka peluang jika kemampuan beladiri yang tangguh tanpa dibarengi dengan nilai-nilai religius akan disalahgunakan,” aku peraih medali emas Porda tahun 2006 ini.

Keinginannya untuk mengembangkan olahraga tarung derajat yang dikombinasikan dengan hafiz alqur’an terutama bagi kalangan pelajar tingkat SD hingga SLTA di Kota Serambi Mekah itu memperoleh respon yang luar biasa dari pihak sekolah, seperti telah dimulainya di SD 13 Gantiang dengan jadwal latihan tigakali dalam seminggu secara gratis.

Merespon niat baiknya abdi negara itu,beberapa sekolah telah mengajukan permintaan agar dilaksanakan pelatihan di masing sekolahnya. Sejurus dengan itu, Dedi KP berharap kepada Pemko Padang Panjang melalui Dinas pendikan agar olahraga tarung derajat kombinasi hafiz alqur’an menjadi salah satu olahraga pada kegiatan ekstrakurekuler (Menda Pamuntjak)

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib