Pemilik Akun @HiddenCash Bagi Uang Lewat Twitter

Seorang dermawan mengarahkan para pengguna media sosial untuk menemukan uang yang disembunyikan di beberapa tempat di kota San Fransisco dan San Jose, Amerika Serikat.

Pria yang menggunakan akun @HiddenCash di Twitter itu memberikan total sebesar US$5.000 atau sekitar Rp50 juta untuk hal yang disebutnya percobaan sosial untuk kebaikan.

Sejumlah pengguna Twitter yang mengikuti petunjuk yang ia berikan mendapat amplop yang berisi uang kertas US$100.

Banyak para pemenang yang membagi temuan uang itu dengan sesama pengguna yang mengikuti petunjuk yang sama.

Dalam wawancara dengan Majalah The Time, dermawan yang tidak disebutkan namanya itu mengaku mengumpulkan kekayaan dari bisnis properti.

Amplop berisi uang tersebut antara lain ditemukan di bawah kursi mapun di kotak telepon umum.

Bukan untuk amal

Miles Tokatz menemukan amplop putih setelah mendengar berita tentang pencarian harta karun di bar.

“Saya lihat Twitter dan ternyata petunjuknya di satu tempat yang berjarak hanya beberapa blok,” tuturnya pria berusia 33 tahun itu kepada BBC.

Harta karun itu kemudian dia habiskan untuk minum bersama kawan-kawannya sambil makan keju pilihan.

Beberapa orang mempertanyakan pembagian uang ini dan menyarankan untuk digunakan bagi kepentingan yang lebih baik.

Sang dermawan langsung menegaskan di Twitter bahwa tujuannya bukan untuk amal.

“Karena orang bertanya, hanya ingin mengatakan @Hiddencash BUKAN kegiatan amal. Kami membantu banyak lembaga amal. Ini untuk bersenang-senang,” tulisnya.

Akunnya memiliki 119.000 pengikut dan mengakan penyebaran harta karun juga akan dilakukan di Los Angeles dan New York.

G via BBC

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib