Transisi

Seorang budayawan menyalahkan lembaga-lembaga sosial dan LSM karena tidak membiarkan Orang Rimba tetap dengan kebudayannya. \"Mengapa tidak dibela mereka dari pengaruh luar? Sesuci itukah modernisasi sehingga harus dibungkus elok-elok untuk kemudian  dihadiahkan kepada sekelompok orang yang masih menjadikan rimba sebagai jati diri?\" 

\"Dunia modern inikah yang akan dikabarkan kepada mereka yang masih setia dengan tombak dan pasak bumi? Ini adalah jalan yang benar, di sini, di rimba yang penuh dengan suara burung, dengan angin yang bertiup segar, dengan cerita yang tidak dinodai oleh perang ekonomi dan teknologi. Di sini mereka akan bergelut dengan hidup yang wajar, dengan keriangan yang seadaanya, serta dengan cita-cita yang hanya setinggi pohon sialang. Mereka akan mengumpulkan madu, berburu nangoi dan napuh, serta meramu obat dari daun-daun.\"

\"Bukan Orang Rimba yang harus diajak berbondong-bondong ke kota yang penuh dengan berbagi macam jual-beli. Tapi orang-orang luarlah yang harus datang ke rimba dan mengikuti tradisi rimba, tradisi yang tenang dan damai. Orang luar harus belajar tentang obat-obat alami sambil menghirup udara yang bersih di pagi hari, serta menyegarkan tubuh di Batang Bakur ketika siang agak terasa panas.\"

\"Anak-anak Orang Rimba biarkanlah bermain dengan kura-kura, cigak, dan gunju. Jangan permainkan benak mereka dengan mobil-mobilan yang tidak bisa dinaiki atau dengan pistol-pistolan berpeluru palsu. Orang luar yang harus datang ke sini dan menjadikan Orang Dalam sebagai guru.\"

\"Orang luar akan datang untuk meminta berbagai macam ramuan dan jimat. Orang luar akan meminta ramun pekasih untuk mencari jodoh sebab cinta telah menjadi barang dagangan yang mahal. Mereka akan meminta ramuan pelaris untuk toko-toko mereka sebab mereka sangat malas untuk bekerja. Tidak ada apa-apa di luar sana kecuali cita-cita yang tak pernah sudah. Kebutuhan yang paling manusiawi dari manusia hanyalah makan. Makan. Itu saja, Kak Roy. Di sini semuanya sudah ada. Alam telah menyediakan semuanya untuk Orang Rimba.\"

”Sudahlah, Kak Roy,” sambungnya pada Kepala salah satu rombangan Orang Rimba, ”ratusan tahun kakak di dalam rimba, tak ada persoalan apa-apa yang terjadi, bukan? Jangan ikuti cara-cara orang luar itu. Mereka hanya akan mewariskan banyak penyakit.”

Roy pun mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam tumpukan kain seraya berkata, \"Tolonglah kau isikan lagu-lagu dan video ke dalamnya.\"

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib