Redaktur Wanita Pertama di Saudi Arabia

Di Indonesia, sebagaimana laki-laki, semua lapangan juga dapat dimasuki oleh perempuan. Perempuan telah bebas memasuki ruang publik. Menjadi apa pun, perempuan bisa. Apakah tukang parkir atau pimpinan perusahaan sekalipun.  

Namun, di Arab Saudi lain. Perempuan di sana masih belum seleluasa Indonesia untuk berkarier.

BBC melaporkan bahwa untuk pertama kalinya di Arab Saudi, seorang wanita ditunjuk menjadi pemimpin redaksi surat kabar.

Harian berbahasa Inggris Saudi Gazette mengumumkan pengangkatan Somayya Jabarti menggantikan pemimpin redaksi saat ini, Khaled Almaeena.

Almeena mengatakan Jabarti diangkat karena prestasinya sebagai wartawan yang berdedikasi.

Dalam tulisan di kolomnya hari Minggu (16/02), Almeena mengatakan, \"Pengangkatan ini bukan masalah gender namun karena ia memang pantas mendapatkan peluang ini.\"

Jabarti sendiri mengatakan pengangkatannya menunjukkan atap kaca telah terpecah.

\"Ada retak di atap kaca. Dan saya harap akan menjadi pintu,\" kata Jabarti kepada Al Arabiya News.

\"Inilah yang pertama bagi harian di Saudi...Menjadi wanita pertama Saudi (sebagai pemimpin redaksi) memiliki tanggung jawab ganda,\" tambahnya.

\"Langkah ini akan dilihat oleh wanita-wanita Saudi lain,\" kata Jabarti.

Jabarti bekerja sama Almeena selama hampir 13 tahun sebagai wakil pemimpin redaksi.

Di Arab Saudi, hanya ada sedikit perempuan dengan gelar sarjana jurnalisme yang mendapatkan tawaran pekerjaan.

Banyak ulama ultrakonservatif di Saudi yang menentang wanita bekerja dengan pria.

Untuk itu, beruntunglah kita hidup di Indonesia ini. 

(BBC/da)

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib