Sushi “Suntiang” Rendang, Menerbitkan Selera

Perbedaan membawa cinta. Jika itu memang benar adanya, sushi akhirnya bertemu jodoh yang tak biasa: rendang.

Makanan Jepang yang biasanya dibuat dari ikan mentah, nasi, dan rumput laut menawarkan kesegaran dengan cita rasa renyah. Kombinasi sushi dengan masakan Padang menjadi kreasi yang sangat berbeda.

Perpaduan kedua jenis makanan tersebut ganjil tapi menerbitkan selera.

Kawin campur itu adalah buah karya Reza Pradikta, sang istri, Gemala Rinaldi, dan adiknya, Puti Lenggogeni. Mereka membuka Restoran Suntiang di Jakarta Selatan pada November tahun lalu.

Masakan Padang bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia. Namun, Rinaldi dan Lenggogeni, yang lahir di daerah tersebut, berniat mengelola rumah makan Padang yang unik. Mereka memutuskan untuk mengawinkan kuliner Padang dengan Jepang, yang masing-masing rasanya telah mencuri hati banyak masyarakat, demikian informasi juru bicara Suntiang, Maulana Pamungkas.

Suntiang yang dalam bahasa minang berarti pernikahan itu menjodohkan rendang dengan sushi, ramen, atau gyoza.

Dominasi hitam dan abu-abu, dengan kain songket sebagai aksen, mewarnai restoran berkesan rapi dan elegan.

Demi tetap menghidupkan kesan Jepang, ruang tengah restoran menyediakan roda berjalan yang mengedarkan berbagai jenis sushi ke kursi pengunjung.

Sebagai awal, Edamame Balado dan Gyoza Dua Raso patut dicoba.

Edamame – kedelai yang belum sepenuhnya matang – dilapisi sambal balado dan menghasilkan tingkat kepedasan ekstra.

Gyoza Dua Raso – yang memiliki dua rasa – mengantarkan kenikmatan ke lidah Anda pada tiap gigitan. Terdapat enam kantung berisi rendang atau ayam balado dalam satu porsi Gyoza Dua Raso yang dilengkapi saus dengan beragam tingkat kepedasan: mayones kari (biasa), rendang (sedang), dan balado (pedas).

Menu terlaris Suntiang adalah gulung rendang – uramaki berisi mayones rendang, timun dan selada, beratapkan rendang. Jika belum merasa puas, Anda dapat meminta saus tambahan atau bumbu khas Jepang seperti wasabi, jahe, dan kecap.

Kepala koki, Lutfi Abadi, menyarankan Gulai Ramen sebagai menu pembuka, yakni mi dengan kari kental kehitaman. Jika Anda suka makanan panas dan pedas, para juru masak akan menambahkan cabai yang akan memperkaya rasa ramen beraksesori ayam karage dan telur setengah matang itu.

Kamu dapat memesan jus jeruk atau apple berisi potongan strawberry dan markisa sebagai pereda rasa pedas.

Dalam menciptakan menu, Lutfi bermain-main dengan banyak uji rasa dan percobaan. “[Kombinasi masakan ini] adalah yang pertama kali di Indonesia.”

“Kadang, saus sushi terlalu tajam sehingga saya harus sedikit menguranginya demi memberi penekanan pada cita rasa Padang.”

Namun, agaknya Lutfi berhasil membuat perpaduan juara. Menu lain yang dapat dicoba adalah teri pete saus balado atau udang bakar wasabi cabai hijau.

Pendekatan cerdas Suntiang dapat menjadikannya restoran pertama yang mengawinkan cita rasa Padang dan Jepang yang layak mendunia.

Restoran Suntiang

Pondok Indah Mall 2, Lantai Tiga
Telp:(+62) 021-7592 0529
Jam buka: 10.00 pagi — 10.00 malam.
Harga: Rp20,000—Rp93,000

 

(The Wall Street Journal/gry)

Satu SMP di Bukittinggi yang Tidak UNBK Mandiri
Penyelenggara UNBK Tingkat SMP Meningkat di Pasaman Barat
Guru SMPN 1 Merangin Penemu Mesin Bor Tiga Dimensi
Nilai UN Tidak Jadi Syarat Dalam SNMPTN dan SBMPTN 2018
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib