Indahnya Lanskap Pagaruyung dari Batu Tungga Bukik Batu Patah

Kalau kita berdiri di Batu Tungga yang terletak di Bukik Batu Patah, Pagaruyung, maka sebuah pemandangan yang sangat indah terbentang di depan mata. Lanskap Istano Basa Pagaruyung dan daerah sekitarnya, cukup menarik untuk dinikmati.  

Bukik Batu Patah tidak hanya menyajikan pemandangan yang elok. Ada beberapa objek wisata lain, bahkan, menurut ceritanya, Istano Basa Pagaruyung  dulunya berdiri di atas bukit ini. Selain itu juga terdapat tigo luak yang tidak pernah kering sekalipun musim kemarau. Airnya juga memilki tiga warna, yang dinamakan orang Pagaruyung  sebagai Luak Rajo.

Banyak cerita masa lalu yang bisa dijadikan objek wisata di Pagaruyung untuk dikembangkan dan dikelola dengan baik. Pagaruyung memiliki sejarah budaya, termasuk Bukik Batu Patah. Menurut cerita masyarakat Pagaruyung, di sana dulu ada rumah gadang yang disebut ‘rumah bukik’. Rumah gadang tersebut kemudian dipindahkan ke Pagaruyung tepatnya di Jorong Balai Janggo, namun sekarang keberadaan rumah tersebut sudah tidak ada lagi.

Batu Tungga yang terletak di atas Bukit Batu Patah tepatnya di belakang Istano Basa Pagaruyung, kalau dikelola dengan baik tentu akan menambah objek wisata di Pagaruyung. Misalkan, dibangun great wall menuju puncak bukit setiap pengunjung bisa menikmati keindahan panorama Istano dari puncak bukit, tambah lagi kota Batusangkar juga akan tampak dari puncak ini. Dari puncak bukit juga disediakan fasilitas seperti di Pintu Angin untuk tempat istirahat dan kegiatan alam serta fasilitas parkir. Dari pintu angin pengunjung dapat meneruskan perjalanan melewati Kubang Landai.

Begitu juga bumi perkemahan di belakang Istano Basa Pagaruyung yang dapat dimanfaat untuk berbagai kegiatan seperti kegiatan kepramukaan dan lainnya. Wisatawan juga dimanjakan dengan aneka kuliner khas Tanahdatar. Tentu akan lebih menarik bumi perkemahan ini dilengkapi dengan fasilitas out bond-nya maupun fasilitas water boom yang sangat banyak diminati wisatawan untuk menghabiskan waktu libur.

Selain itu di Istano Basa Pagaruyung pengunjung juga diperkenalkan dengan berbagai pakaian adat datuk-datuk yang ada di Tanahdatar ini, karena setiap daerah memiliki pakaian adat yang berbeda, begitu juga dengan pakaian adat perkawinan yang memiliki keunikan tersendiri.

Untuk ke depan objek wisata di Tanahdatar khususnya di Pagaruyung perlu lebih dikembangkan lagi mengingat cukup banyaknya pengunjung setiap harinya, baik lokal maupun mancanegara. Selain itu, iven internasional Tour de Singkarak juga mengunjungi Istano Basa ini. (gry/humas)

Adanya Keterlambatan Pengumuman Hasil UN di SMP
Pemuda Indonesia Memperingati Hardiknas 2018, Juga Menyelenggarakan Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan
Mendikbud, Muhadjir Effendy Menguatkan Hardiknas Menjadi Momentum Pendidikan dan Kebudayaan
MTsN 2 Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon Melaksanakan UNBK Dengan Modem
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib