Taman Jomblo, Bukan untuk Para Jomblo

“Dilarang berpacaran di Taman Jomblo” merupakan salah satu wacana dikalangan generasi muda Kota Kembang Bandung terhadap sebuah taman yang baru saja diresmikan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Kali ini, inioke.com berkesempatan untuk mengunjungi taman yang dinamai Taman Pasupati atau yang dikenal dengan Taman Jomblo ini.

Taman Jomblo merupakan salah satu taman kota yang dimiliki oleh Kota Bandung. Berlokasi di bawah jalan layang Pasupati, Taman Sari Kota Bandung, Taman Jomblo kini menjadi salah satu tempat favorit bagi jejaka dan mojang Bandung menghabiskan waktu di kala sore dan malam hari. Di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, lahan seluas 25x25 meter yang dulunya hanya lahan kosong berbatu dan gelap ini kini disulap menjadi sebuah tempat yang nyaman dan penuh kreatifitas khususnya bagi generasi muda.

Saat ini Taman Jomblo tidak hanya ramai dikunjungi oleh jejaka dan mojang Bandung saja. Setiap orang yang datang ke Kota Kembang ini pasti ingin mengabadikan momennya untuk berfoto dan melepas lelah di bawah jembatan layang Pasupati sambil menyaksikan lalu lintas Kota Bandung. Taman Jomblo ini diberikan oleh pemerintah untuk mengapresiasi kawula muda Kota Bandung yang difasilitasi dengan taman bunga, tempat duduk berbentuk kubus, dan skate park serta area yang memiliki wifi atau akses internet gratis.

Revanda Akbar, alumni Telkom University Bandung jurusan Ilmu Komunikasi saat ditemui inioke.com mengungkapkan bahwa keberadaan Taman Jomblo ini sangat bagus karena masyarakat dapat menikmati suasana di Kota Bandung. Banyak hal yang bisa dilakukan seperti bersenda gurau, bermain, dan mengabadikan momen dengan berfoto di kawasan Taman Jomblo. Namun keberadaan taman di tengah kota ini diharapkan menjadi salah satu wadah bagi masyarakat dan pemerintah melestarikan Kota Bandung menjadi lebih sejuk dan nyaman. 

“Taman Jomblo ini sudah ditata dengan rapi dan bagus sehingga nyaman sebagai ruang publik dan masyarakat bisa menikmati Kota Bandung. Untuk menikmati ini semua diharapkan masyarakat dan pemerintah dapat tetap merawat dan menjaga taman ini agar tetap ada dan tidak bersifat sementara,” harap Revanda Akbar.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rovindo Maisya, mahasiswa asli Kota Payakumbuh yang menilai keberadaan Taman Jomblo ini merupakan salah satu hal positif yang dilakukan oleh Pemko Bandung. Sejak diresmikan awal tahun lalu ini, generasi muda dan masyarakat terlihat sangat antusias dan menyambut bahagia terobosan yang dilakukan oleh Walikota Bandung.

“Taman ini memberikan dampak positif kepada generasi muda Bandung. Semakin banyak ruang terbuka bagi masyarakat berarti menambah tempat berkumpul. Ini sangat bagus karena daripada lahan ini cuma kosong dan dibiarkan saja maka lebih baik dimanfaatkan. Sehingga dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kreatifitas serta kebahagian bagi warga Bandung,” jelas Rovindo Maisya yang baru saja menamatkan studinya pada jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran beberapa waktu lalu.

Berbagai respon positif dilontarkan oleh masyarakat khususnya generasi muda Bandung yang memanfaatkan keberadaan Taman Jomblo ini. Selain Taman Jomblo juga ada beberapa taman seperti Taman Pustaka Bunga, Taman Jomblo, Taman Fotografi, dan Taman Vanda yang saat ini tengah menjadi tempat nongkrong dan menjadi ruang terbuka hijau yang bermanfaat untuk mengurangi polusi udara yang semakin hari semakin parah terutama di kota besar seperti Bandung ini.

Selain itu, ditemui di Taman Jomblo yang menyediakan Skatepark bagi pecinta olahraga skateboard ini, Dori Aulia Rahman, salah seorang skater Kota Bandung mengungkapan bahwa dirinya bersyukur dengan adanya skatepark yang disediakan oleh pemko Bandung. Pasalnya, sebelum adanya skatepark di Taman Jomblo ini bersama rekan-rekannya bermain skateboard di jalanan seperti trotoar dan kawasan mal yang ada di Bandung.

“Saya sangat bersyukur pemerintah kini menyediakan sarana berupa skatepark bagi pecinta olahraga skateboard yang tengah digandrungi oleh generasi muda. Di sini kami bisa bermain skateboard di skatepark yang telah disediakan oleh pemko Bandung. Namun hal lain yang mungkin terasa yaitu keberadaan tempat yang bisa menyediakan alat-alat yang kami butuhkan dalam bermain skateboard. Jadi ke depannya diharapkan juga agar fasilitas yang telah ada seperti tempat nongkrong, wifi gratis ini ditambah dengan tempat alat-alat skateboard,” ungkap mahasiswa Sastra Prancis Unpad ini mengakhiri. (ade)

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib