Kamu Bukan Lelaki Sejati, Kalau Belum Makan Durian

Selama hampir dua bulan, 36 peserta pertukaran budaya Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2013-2014 berada di Koto Sani, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Para peserta AIYEP asal Australia dan Indonesia berada di sana melakukan berbagai kegiatan dan berbaur dengan  masyarakat setempat.

Ashley Stewart, salah seorang peserta menuliskan pengalamannya tentang makan durian. Buah khas di Indonesia yang aromanya mungkin tidak disuka semua orang. Bagaimana cerita Ashley, yuk simak!

Saya yakin setiap orang yang tertarik untuk mengetahui tentang hidangan Indonesia tahu apa itu Durian. Durian bukan sesuatu yang baru untuk saya, setelah mencobanya untuk pertama kali beberapa tahun yang lalu, saya menemukan bahwa durian adalah sesuatu yang dapat dicintai ataupun dibenci.

Jadi, apa sih yang membuat buah terkenal ini menjadi pembicaraan banyak orang? Durian tidak hanya dikenal sebagai buah dengan bentuk yang aneh dan berharga di Indonesia, tapi juga sebagai buah yang mempunyai bau yang sangat kuat. Sebelum melihat durian, tak dapat diragukan anda akan mencium baunya terlebih dahulu dari kejauhan.

Seringkali saya mendengar orang Indonesia berbangga tentang berapa banyak durian yang mereka makan dalam sekali duduk, mengingatkan saya pada orang Australia berbicara tentang berapa banyak bir yang mereka minum pada satu malam. Bahkan, banyak yang bilang seseorang dapat keracunan jika memakan terlalu banyak durian. Penduduk lokal menyebutnya “mabuk durian” sesuatu yang biasa disebut ketika berbicara tentang buah tersebut. Ketika ditanya, “sudah pernah mabuk durian, belum?” seperti biasa saya hanya menjawab, “belum, belum, belum…”

Sulit bagi saya memutuskan untuk memakan durian atau tidak ketika saya berada di Indonesia. Saya akui, saya tidak terlalu suka Durian, tapi sulit untuk menolak tawaran makanan yang telah disuguhkan tepat di hadapan saya, apalagi ketika seseorang bilang, “makan lagi, ya!” biasanya saya hanya tersenyum, menelan dengan agak terpaksa, dan setelah itu bilang, “saya kenyang!”

Jujur saja, saya kurang mengerti mengapa di Indonesia sesuatu yang sangat sederhana seperti buah durian menjadi suatu yang amat dihebohkan. Mungkin saya tidak akan pernah mengerti, tapi semoga suatu saat nanti saya dapat terbiasa dan suka dengan rasa buah durian. Satu hal yang pasti, anda bukan pria sejati jika tidak makan durian.

*Tulisan ini adalah pendapat pribadi -  yang ditulis di blog AIYEP 2013 dengan alamat: aiyepblog.wordpress.com

Satu SMP di Bukittinggi yang Tidak UNBK Mandiri
Penyelenggara UNBK Tingkat SMP Meningkat di Pasaman Barat
Guru SMPN 1 Merangin Penemu Mesin Bor Tiga Dimensi
Nilai UN Tidak Jadi Syarat Dalam SNMPTN dan SBMPTN 2018
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib