Makan, Makan, Makan!

Setiap tahun para pemuda Australia dan Indonesia saling mengunjungi kedua negara dalam program bernama AIYEP (Australia Indonesia Youth Exchange Program). Bulan Januari 2014, 36 peserta AIYEP berada di Sumatera Barat, tepatnya di Kotosani, yang terletak di Kabupaten Solok. Inilah catatan Abby Telfer, salah seorang peserta yang berasal dari Australia Barat.

Dua minggu sudah berlalu sejak kami tiba di Indonesia, 36 orang yang ikut dalam program pertukaran budaya ini.

Sejak tiba, saya sudah menyaksikan pertunjukkan tari tradisional dimana penarinya berjalan di atas pecahan kaca, mengajar bahasa Inggris di sekolah setempat, makan martabak, bermain bulutangkis dengan anak-anak di jalan, makan biskuit, dan minum kopi di warung. Saya juga menyaksikan matahari terbenam di Danau Singkarak, berfoto bersama dengan ribuan orang yang belum saya kenal sebelumnya, naik motor berboncengan tiga orang, belajar tari tradisional, dan baru saja kembali dari berenang dan santai di sebuah kolam air panas.

Kalau kamu nanti berkesempatan mengunjungi Kotosani, inilah beberapa hal yang mesti kamu ketahui.

1. Selalu “makan dulu”.  Kita tidak bisa meninggalkan rumah begitu saja sebelum menyantap makanan yang sudah tersedia, bahkan ketika sudah jam 8.55 pagi, sementara pertemuan atau ada janji jam 9.

2. Tambah lagi, selalu tambah makanan, tambah lagi, tambah lagi. Sekali makan saja dianggap tidak cukup. Paling tidak tiga kali tambah baru akan memuaskan tuan rumah anda.

3. Minum kopi atau teh tanpa gula tampaknya dianggap sebagai kebiasaan yang aneh.

4. Kita harus  mandi (mengguyurkan air dengan gayung yang diambil dari bak mandi yang berisi ikan di dalamnya) paling sedikit dua kali, pagi dan malam. Kalau kamu tidak melakukannya, pura-pura saja mengaku sudah. Orang di sini suka mandi.

5. Bila seseorang mengatakan “mari ketemu jam 9 pagi” maksud mereka sebenarnya adalah “pertemuannya berlangsung jam 10 pagi”.  Jam karet, tidak ada atau jarang sekali ada yang tepat waktu. Jadi siap-siaplah menunggu. Namun karena kita bisa membeli kopi atau kue dengan harga 10 sen Australia (sekitar seribu rupiah), ya nikmati sajalah.

Warga di Kotosani ini begitu hangat dan menerima kami dengan tangan terbuka. Banyak pemandangan indah dan makanan banyak yang lezat. Saya sudah berkenalan dengan banyak orang. Hidup AIYEP2013/14!

Sampai nanti.                                                                            

* Tulisan ini adalah pendapat pribadi -  diambil dari blog AIYEP 2013 dengan alamat: aiyepblog.wordpress.com

Kemdikbud Harus Beri Edukasi Manual UNBK
SNMPTN 2018 Diumumkan pada hari ini
SBMPTN, Peserta Harus Jeli saat Pilih Jurusan Kuliah
Berakhirnya UN, Direktur Jenderal Pendidikan Dari Kemendikbud Mengimbau Siswa Tidak Lakukan Aksi Corat-Coret
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib