Teater Cabang Merayakan ”Rawang” di IAIN Imam Bonjol

Rangkaian Minangkabau Arts Festival yang mengusung tema “Revitalisasi Kaba Menuju Seni Pertunjukan Modern” yang dihelat KSST Noktah, digelar malam ini (26/12) pukul 20.00 di Kampus IAIN Imam Bonjol Lubuaklintah Padang. Kelompok yang tampil Teater Cabang Padang dengan naskah Rawang yang disutradarai Zelfeni Wimra.

Naskah “Rawang” yang ditulis Zelfeni Wimra ini mengadaptasi tiga cerita rakyat yang berkembang di Luhak Limopuluah Koto.

Revitalisasi kaba Minangkabau menuju seni pertunjukan modern ini merupakan salah satu program Rumah Budaya Nusantara (RBN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilaksanakan KSST Noktah.

Menurut Zelfeni Wimra, naskah “Rawang” merupakan  pertunjukan teater yang berbasis kaba.

“Naskah ini dipetik dari tiga butir kaba dalam cerita rakyat: Legenda Batu Bangkai, Bancah Sibarunguik, dan Rawang Tikuluak. Benang merah ketiga cerita ini dipertalikan menjadi kombinasi cerita yang tetap terhubung secara makna sekalipun berasal dari seting berbeda. Fokus makna tertuju pada “rawang” yang ditafsirkan sebagai sebuah pusaran kehidupan, tempat segala yang hidup keluar masuk,” kata Zelfeni Wimra, kemarin.

Rawang mengisahkan  anak-anak yang tidak rukun dengan Amaknya akan dikutuk dan tenggelam ke dalam rawang. Rawang, sebuah pusaran yang darinya bisa muncul makhluk baru dengan tabiat yang baru pula. Di atas pusaran rawang itulah segala yang terlempar akan hilang tenggelam.

Teater Sumbar didirikan pada 2007 ditandai dengan pementasan Kereta Kencana karya Iogene Ionesco yang digarap  Zelfeni Wimra.

Dalam gerak kreativitas dan penggarapannya, Teater Cabang selalu menembus ekslusivisme penonton, dan proses kreatif kerap berbasis pada penelitian dan riset.

“Kami berupaya keras mendekatkan jarak dengan penonton setiap garapan Teater Cabang. Tak ada ekslusivisme teater modern. Semua setara,” kata Zelfeni Wimra yang juga seorang sastrawan ini.

Minangkabau Arts Festival yang digelar di tiga kota (Padang, Payakumbuh, Sawahlunto) dengan menghadirkan 12 pertunjukan seni (teater, musik, dan monolog) modern berbasis pada seni tradisi lisan Minangkabau.

Menurut Nasrul Azwar, Penanggung Jawab Program RBN, revitalisasi kaba diharapkan melahirkan seni pertunjukan yang lebih dinamis, kuat, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer.

“Kaba (seni lisan Minang) harus diberi ‘napas baru’ (new spirit) agaria menjadi subjek dan berkontribusi dalam era globalisasi ini, sekaligus memperkuat karakter masyarakat pendukungnya, terutama generasi muda.

Cerita kaba yang jumlahnya ratusan di Minangkabau itu, sejak dulunya telah banyak menginspirasi, baik bagi sastrawan, koreografer, komposer, dan juga pegiat teater di Sumatera Barat. Namun hal itu belum dilakukan sebagai sebuah “gerakan” dan masih jauh jika disebut jadi mainstream atau arus utama seni pertunjukan modern itu sendiri.

Minangkabau Arts Festival merupakan hasil proses diskusi grup/focus group discussion secara intesif yang diikuti delapan kelompok seni dan empat pemonolog, serta seniman, akademisi, budayawan, dan akedemisi seni yang dilakukan sebelumnya.  

“Rangkaian proses ini menghasilkan modulasi revitalisasi kaba menuju seni pertunjukan modern di Sumatera Barat, yang bisa dijadikan semacam referensi seni pertunjukan,” pungkas Nasrul Azwar.

Minangkabau Arts Festival yang telah berlangsung sejak 23 Desember lalu, dan akan berakhir pada 28 Desember di Kota Sawahlunto ini, menampilkan 8 kelompok seni dan 4 pemonolog, yaitu Teater Rumah Teduh dengan naskah “Mull In 2.0:Pada Sebuah Kapal (Kaba Malin Kundang)” karyadan sutradara sutradara Harry Kurniawan, “Bengkalai (Kaba Gadih Basanai)” karya sutradara Rori Maidi Rusdji dari Ruang Kreativitas Serunai Laut, dan “Inikah Sistem Itu (Rancak di Labuah) karya dan sutradara Mila K Sari, komposisi musik Minang Parewa Lima Suku Padang, Komunitas Seni Intro Payakumbuh, dan monolog Yusril Katil, Zurmailis, Noni Sukmawati, dan Syuhendri, Teater Cabang Padang, Tambologi Teaterdengan naskah “Tambo Gustaf #1 Atau Siapa Saja”, Teater Kuali naskah Lareh Simawang. (Rel)

Adanya Keterlambatan Pengumuman Hasil UN di SMP
Pemuda Indonesia Memperingati Hardiknas 2018, Juga Menyelenggarakan Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan
Mendikbud, Muhadjir Effendy Menguatkan Hardiknas Menjadi Momentum Pendidikan dan Kebudayaan
MTsN 2 Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon Melaksanakan UNBK Dengan Modem
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib