Tempat Pembelajaran Menarik Bagi Generasi Muda

 

Noni Sukmawati yang membawakan monolog dengan judul Sabana Na Gondan membuka Minangkabau Arts Festival (MAF) yang berlangsung di Hayam Wuruk Hotel,Selasa (24/12). Penampilan ini juga diikuti dengan penampilan pemonolog Syuhendri dengan judul Juki yang diangkat dari Kaba Siti Baheram.
Memasuki hari kedua, Minangkabau Arts Festival yang akan berlangsung di tiga kota yaitu Padang, Payakumbuh dan Sawahlunto ini, Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat Samsurizal yang hadir dalam tiga pertunjukan di HW Hotel ini menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi sekali iven yang berbau tradisi seni dan budaya. Samsurizal juga menyebutkan bahwa pertunjukan seni seperti ini merupakan tempat pembelajaran yang sangat menarik.
\"Minangkabau Arts Festival ini sangat bagus sekali dan ini merupakan tempat pembelajaran yag menarik bagi kita semua khususnya pelajar atau generasi muda. Sehingga dengan adanya pertunjukkan ini maka dapat lebih mengenal seni budaya tradisi sendiri,\" sampai Samsurizal.
Melihat fenomena yang terjadi saat ini, dimana generasi muda lebih dihadapkan kepada modernisasi dengan menyaksikan pertunjukan melalui layar kaca atau televisi dan mendengarkan musik khususnya musik tradisi melalui media lain, Samsurizal berharap ke depannya iven seperti ini dapat lebih disosialisasikan kepada sekolah-sekolah, lembaga-lembaga terakait, dan masyarakat. 
\"Harapannya semoga kegiatan pertunjukan seni tradisi dan mengangkat kearifan lokal seperti ini lebih disosialisasikan kepada generasi muda melalui sekolah-sekolah dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. Sehingga kegiatan ini menjadi sebuah tempat pembelajaran yang menarik nantinya,\" harap Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat dalam sambutannya.
Mengusung tema Revitalisasi Kaba Menuju Seni Pertunjukkan Modern, Minangkabau Arts Festival pada hari kedua ini ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi dari Komunitas Seni Intro Payakumbuh yang membawakan dua judul puisi dari Iyut Fitra yaitu Sirompak Taeh dan Si Bincik. Dalam penampilannya, Komunitas Seni Intro Payakumbuh menampilkan musik tradisi Minang seperti talempong, pupuik, gandang tambua, dan sebuah alat musik khas Payakumbuh yaitu Sampelong

Noni Sukmawati yang membawakan monolog dengan judul Sabana Na Gondan membuka Minangkabau Arts Festival (MAF) yang berlangsung di Hayam Wuruk Hotel,Selasa (24/12). Penampilan ini juga diikuti dengan penampilan pemonolog Syuhendri dengan judul Juki yang diangkat dari Kaba Siti Baheram.

Memasuki hari kedua, Minangkabau Arts Festival yang akan berlangsung di tiga kota yaitu Padang, Payakumbuh dan Sawahlunto ini, Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat Samsurizal yang hadir dalam tiga pertunjukan di HW Hotel ini menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi sekali iven yang berbau tradisi seni dan budaya. Samsurizal juga menyebutkan bahwa pertunjukan seni seperti ini merupakan tempat pembelajaran yang sangat menarik.

\"Minangkabau Arts Festival ini sangat bagus sekali dan ini merupakan tempat pembelajaran yag menarik bagi kita semua khususnya pelajar atau generasi muda. Sehingga dengan adanya pertunjukkan ini maka dapat lebih mengenal seni budaya tradisi sendiri,\" sampai Samsurizal.

Melihat fenomena yang terjadi saat ini, dimana generasi muda lebih dihadapkan kepada modernisasi dengan menyaksikan pertunjukan melalui layar kaca atau televisi dan mendengarkan musik khususnya musik tradisi melalui media lain, Samsurizal berharap ke depannya iven seperti ini dapat lebih disosialisasikan kepada sekolah-sekolah, lembaga-lembaga terkait, dan masyarakat. 

\"Harapannya semoga kegiatan pertunjukan seni tradisi dan mengangkat kearifan lokal seperti ini lebih disosialisasikan kepada generasi muda melalui sekolah-sekolah dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. Sehingga kegiatan ini menjadi sebuah tempat pembelajaran yang menarik nantinya,\" harap Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat dalam sambutannya.

Mengusung tema Revitalisasi Kaba Menuju Seni Pertunjukkan Modern, Minangkabau Arts Festival pada hari kedua ini ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi dari Komunitas Seni Intro Payakumbuh yang membawakan dua judul puisi dari Iyut Fitra yaitu Sirompak Taeh dan Si Bincik. Dalam penampilannya, Komunitas Seni Intro Payakumbuh menampilkan musik tradisi Minang seperti talempong, pupuik, gandang tambua, dan sebuah alat musik khas Payakumbuh yaitu Sampelong. (ade)

 

Adanya Keterlambatan Pengumuman Hasil UN di SMP
Pemuda Indonesia Memperingati Hardiknas 2018, Juga Menyelenggarakan Kemah Pendidikan dan Apel Kebangsaan
Mendikbud, Muhadjir Effendy Menguatkan Hardiknas Menjadi Momentum Pendidikan dan Kebudayaan
MTsN 2 Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon Melaksanakan UNBK Dengan Modem
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib