Orang Muda Mengenang Wisran Hadi di Festival Desember

Festival Desember adalah serangkaian kegiatan seni dan budaya yang ditujukan untuk mengenang almarhum Wisran Hadi, seniman, sastrawan, dan budayawan dari Sumatera Barat. Festival Desember menjadi sebuah persembahan (A Tribute) dari orang muda untuk karya dan pemikiran beliau terhadap kesenian dan kebudayaan.

Festival Desember yang dihelat Lembaga Kebudyaan Ranah dalam program Rumah Budaya Nusantara Kemdikbud ini akan digelar di Taman Budaya Sumbar, 20-22 Desember mendatang.

“Festival dibuka Jumat sore dengan pameran lukisan Aisyah, cucu Wisran Hadi. Kemudian malamnya ada pentas teater dari Teater Eksperimental FIB Unand,” kata Koordinator Acara, S Metron M.

Kemudian, lanjut S Metron, pada hari Sabtu akan ada pementasan teater dari INS Kayu Tanam dan SMA Negeri 2 Padang. Malamnya, ada penampilan musikalisasi puisi bersama SMA Pertiwi 2 Padang, Ranah Teater, dan M. Fadhli and The Gank. Pada acara yang disebut “Malam Mengenang Wisran Hadi” tersebut juga akan ditampilkan penggalan naskah drama “Perguruan” oleh Rizal Tanjung dan Muhammad Ibrahim Ilyas, panggung Jilatang oleh Ade Lukas dan Moeslim Noer, orasi budaya oleh Prel T, fragmen drama oleh Teater Nan Tumpah, obituari oleh Sahrul N, dan peluncuran buku “Sagarobak-tulak Buah Tangan Wisran Hadi: Anak Dipangku, Kemenakan di BIM”.

“Di hari terakhir festival, Minggu pagi, kita akan meresmikan Rumah Pustaka Wisran Hadi dan Taman Bacaan Muhammad Ridha di kediaman beliau, di Lapai,” imbuh S Metron.

Sementara itu, Direktur Festival Desember, Yusrizal KW, mengungkapkan, kegiatan ini untuk menutup tahun 2013 sembari mengingat pikiran-pikiran Wisran Hadi tentang seni dan budaya. Pikiran-pikiran Wisran Hadi tersebut diresapkan kepada remaja dan orang muda dalam festival ini. Sehingga, pikiran-pikiran yang ibarat “buah tangan” tersebut tetap abadi dan selalu diingat setiap generasi.

“Kita sengaja melibatkan para remaja dan orang muda dalam festival ini sesuai dengan keinginan Pak Wis sebelum meninggal,” katanya.

Wisran Hadi dikenal sebagai sastrawan dan budayawan Indonesia yang banyak menulis berbagai genre karya sastra. Beliau lahir di Padang 27 Juli 1945 dan wafat 28 Juni 2011. Tamat ASRI Jogjakarta 1969. Tahun 1977 mewakili Indonesia dalam International Writing Program di Iowa University, Iowa, USA selama 4 bulan dan 1978 melakukan observasi teater modern Amerika Serikat di New York. Tahun 1987 kembali melakukan observasi teater modern Amerika dan Jepang.

Tahun 1991 dan tahun 2000 mendapat penghargaan sebagai Sastrawan Terbaik Indonesia oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tahun 2000 mendapat penghargaan South East Asia (SEA) Write Award. Tahun 2003 mendapat Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia. Dua kali dia dianugerahi penghargaan oleh Pemerintah Kota Padang (1976 dan 2005) sebagai seniman teladan dan budayawan Indonesia. Kemudian tahun 2010, memperoleh FTI Award dari Federasi Teater Indonesia, yang diserahkan langsung di Padang. (rel)

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib