“Rose” Mahakata yang Menggairahkan

“Rose, adalah mahakata yang membuat saya bergairah. Mahakata itu adalah cinta. Seperti di Padang, saya menganggap ombak purus sebagai Rose. Saya selalu bergairah mendengarnya.” –Rida K Liamsi dalam Ramah Tamah Sastra di Bukittinggi.

 

Ramah Tamah Sastra bertajuk Malam Puisi “Rose” Rida K Liamsi berlangsung meriah di Rocky Hotel Bukittinggi, Selasa (10/12) malam. Dengan nuansa kolam renang dan pemandangan ngarai waktu malam, puisi-puisi Rida K Liamsi dibacakan dan dilagukan penuh gairah, yang ditingkah dingin angin bebukitan yang sesekali membawa rinai.

Puisi pertama dibacakan sastrawan Darman Moenir. Ia membaca puisi berjudul “Rose” itu di tepi kolam renang di atas kursi roda. Di belakangnya sang istri berdiri dengan setia. Rose dibacakan Darman moenir dalam versi Bahasa Inggris. Selanjutnya, berturut-turut Rusli Marzuki Saria, dan Sastri Y Bakry, membaca puisi-puisi Chairman Riau Pos Grup itu.

Sebelum pembaca puisi berikutnya tampil, Komunitas Seni Intro, Payakumbuh, menyanyikan sebuah puisi. Puas menikmati nyanyian puisi dari Intro, Gus tf Sakai membacakan puisi berikutnya. Dilanjutkan oleh Raudha Thaib yang dikenal dengan nama pena Upita Agustin. Adri Sandra membacakan puisi panjang Rida K Liamsi berjudul Aceh Suatu Hari, Sesudah Tsunami.

Komunitas seni intro tampil kembali dengan lagu puisi. Dua puisi Rida K Liamsi yang digarap Intro dalam waktu yang singkat dipertunjukkan kepada penonton. “Mungkin hasilnya kurang maksimal,” kata Iyut Fitra, yang membaca puisi dalam lagu-lagu tersebut.

Puisi berikut, Harris Efendi Thahar, Esha Tegar Putra, dan ditutup Iyut Fitra featuring Intro.

Ramah tamah sastra

Usai pembacaan puisi, ramah tamah sastra pun digelar. Sebuah momen silaturahmi, yang lebih tepat disebut penyerapan aspirasi sastrawan Sumbar. Di sana, Rida K Liamsi dimoderatori Yusrizal KW menerima aspirasi dan menjawab tanya para sastrawan yang hadir.

Dibuka dengan paparan Rida K Liamsi tentang rubrik sastra dan budaya di Padang Ekspres, yang harus dipertahankan dan tidak boleh dihilangkan. “Halaman sastra harus dipertahankan. Tidak boleh dihapus. Biarlah halaman lain dihapus. Ini ikhtiar saya, untuk mempertahankan halaman sastra. Surat kabar yang memberi ruang pada sastra itulah surat kabar yang memberi ruang pada hidup yang lebih baik,” kata Rida K Liamsi.

Kemudian, Papa Rusli Marzuki Saria menyinggung soal anugrah atau penghargaan terhadap sastrawan dari Padang Ekspres. Hal ini diperkuat dengan konsep yang dibuat Gus tf Sakai. Dasar pemikirannya, menurut sastrawan yang berdomisili di Payakumbuh ini, tiap generasi banyak sastrawan lahir kemudian menghilang. Namun, dewasa ini, di Sumbar sangat banyak sastrawan yang lahir. Bahkan, bisa disebut masa paling subur dalam sejarah sastra di Sumbar. Makanya, sudah sepatutnya ada penghargaan untuk mereka dari institusi atau lembaga yang ada di Sumbar sendiri.

“Penghargaan sastra ini jangan mirip konsep arisan. Dimana yang mendapatkannya bergiliran dari yang paling senior hingga yang paling junior,” katanya.

Ditanggapi Rida K Liamsi, pemberian penghargaan itu bisa diselenggarakan Padek atau lembaga lain dengan Padek sebagai sponsor utamanya. “Bikinlah konsep yang langgeng, yang tahan lama untuk penghargaan ini, seperti yang dilakukan Yayasan Sagang di Riau,” katanya.

Selain itu, penyair Esha Tegar Putra menginginkan adanya dukungan Padek untuk menerbitkan buku-buku karya sastra terbaik, seperti di Riau Pos. Pada akhir tahun puisi, cerpen, dan esai budaya terbaik di Padek dihimpun dan dibukukan.  

Keinginan Esha dan sastrawan lainnya itu, mendapat sambutan dan dukungan penuh dari Rida K Liamsi, dengan meminta Padek menerbitkan 3 buku kumpulan puisi, cerpen dan esai pada akhir tahun ini. Buku tersebut akan diluncurkan pada ulang tahun Padek nanti. (gry)

Kemdikbud Harus Beri Edukasi Manual UNBK
SNMPTN 2018 Diumumkan pada hari ini
SBMPTN, Peserta Harus Jeli saat Pilih Jurusan Kuliah
Berakhirnya UN, Direktur Jenderal Pendidikan Dari Kemendikbud Mengimbau Siswa Tidak Lakukan Aksi Corat-Coret
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib