Dua Senja: Romeo dan Juliet Zaman Paderi

Suara ketukan bambu dalam kegelapan yang diiringi nyanyian menggema di Arena Teater ISI Padang Panjang, Senin (9/12). Suasana ini merupakan salah satu adegan pembuka dari penampilan Ranah Teater dalam lakonnya yang berjudul Dua Senja. Kehadiran grup teater yang berdiri pada tanggal 27 Juni 2007 lalu ini merupakan pementasan eksplorasi seni hibah Rumah Budaya Nusantara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pementasan ini disutradarai oleh S. Metron Masdison.

Kehadiran Ranah Teater di ISI Padang Panjang ini merupakan salah satu langkah untuk mendekatkan teater kepada penonton. Hal ini menurut sutradara S Metron M, saat ini telah terjadi jarak antara penonton dengan yang ditonton.

\\\"Biasanya penonton yang mendatangi tontonan seperti teater atau pertunjukan lainnya. Kali ini kenapa tidak teater atau tontonan itu sendiri yang datang kepada penonton. Hal inilah yang coba dilakukan oleh Ranah Teater,\\\" ungkap S. Metron M mengenai pertunjukan yang juga mendapat bantuan dari UWRF dan Hivos ini.

Setelah pementasan berlangsung, Pimpinan Produksi Dua Senja, Esha Tegar Putra, memberikan kesempatan kepada penonton yang menghadiri pementasan untuk berdiskusi dan berdialog dengan kru Ranah Teater terkait pementasan. Diskusi ini coba dihadirkan oleh Ranah Teater sebagai ajang diskusi dan evaluasi seperti beberapa kali pementasan yang telah dilakukan sebelumnya.

Fauzi, salah seorang penonton yang juga berasal dari Jurusan Teater ISI Padangpanjang menilai bahwa dirinya masih belum menemukan \\\\\\\'feel\\\\\\\' pada sisi keaktoran pemain. Dirinya menganggap bahwa emosi aktor dengan apa yang ditampilkannya kurang natural sehingga emosi yang ada pada aktor tersebut menjadi tidak tampak.

Hal senada juga disampaikan oleh Fadhli, pegiat teater yang pernah menyutradarai beberapa naskah menyebutkan bahwa pemain banyak yang kurang total. Padahal dengan tipe bermain yang taktis dan cepat yang coba dihadirkan oleh sutradara seharusnya pemain bisa lebih total dalam mengekspresikan diri dan apa yang dirasakannya dalam bermain.

\\\"Sebelumnya saya sangat mengapresiasi pementasan Ranah Teater yang telah hadir di ISI Padang Panjang dan melakukan pementasan kolosal dengan banyak pemain. Namun selaku penonton saya masih belum dapat melihat ketotalan pemain dalam bermain,\\\" papar Fadhli.

Menanggapi beberapa masukan dan kritikan dari penonton, Fariq Alfaruqi, salah seorang pemain menyampaikan bahwa dirinya dan teman-temannya merasa sangat menikmati permainan. Untuk ketidaktotalan dalam bermain, mahasiswa Sastra Indonesia Unand ini juge menginformasikan bahwa beberapa pemain merupakan pemain yang pada pementasan kali ini menjadi debut perdananya dalam bermain teater.

Selain itu, Sutradara Dua Senja S. Metron M. menanggapi bahwa dirinya memberikan kebebasan kepada pemain untuk berkreatifitas dan mengembangkan permainannya. Sebagai sutradara dirinya mengaku bahwa selama proses latihan sutradara yang pernah bermain di teater Bumi dan Teater Eksperimental ini tidak menyentuh ranah keaktoran.

\\\"Saya tidak pernah menyentuh ranah keaktoran dari pemain dan saya memberikan kebebasan kepada pemain untuk mengembangkan dirinya. Saya hanya menyentuh bagian-bagian yang menjadi tugas sutradara dan aktor dapat berkreatifitas dengan keaktorannya,\\\" jelas S. Metron M menanggapi beberapa kritikan dan masukan dari penonton.

Kritikan dan masukan yang sangat membangun ini merupakan salah satu tujuan dari Ranah Teater tampil di ISI Padang Panjang dan beberapa tempat sebelumnya. Salah satu yang membuat berkembangnya sebuah teater atau pertunjukan lainnya adalah dengan adanya keritikan dan masukan yang membangun. Sehingga dalam diskusi dan dialog ini dapat melahirkan gagasan dan masukan yang bermanfaat demi perkembangan teater ke depannya. (ade)

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib