Festival Chrysanthemum Daya Tarik Taman Sengan

Ucapan Dr. Lisman Suryanegara, peneliti LIPI yang merupakan rekan penulis utama di buku kami La Tahzan For Students ketika menjadi pembicara dalam Seminar Bunkasai IX UNAND di Padang tahun lalu menjadi muncul kembali di benak saya ketika berada di salah satu tujuanwisata di Kagoshima.

“Orang Jepang mampu memelihara imajinasinya, sehingga kaya dengan inovasi.”  Bagaimana tidak, walaupun tujuan wisata yang tersedia tidak bertambah dari segi pilihan tempat, tapi tawaran kegiatan atau upaya memberikan daya tarik khusus dari setiap tempat akan berbeda pada periode tertentu sehingga selalu memancing minat masyarakat Jepang untuk menyambut pergantian musim dengan masing-masing kekhasannya.

\"\\"\\"\"

Sengan-en, sebuah taman (en berarti taman) di Prefecture Kagoshima yang sangat penting dalam sejarah dimulainya Industri modern di Jepang, menawarkan daya tarik Chrysanthemum Festival (1-24 November) yang termasuk ke dalam kalender event regular wisata kota.  Kesibukan di laboratorium membuat saya mengabaikan mengunjungi festival musim gugur  ini saat berada d Kagoshima dua tahun yang lalu.

Tapi  pada hari kedatangan di Kagoshima kali ini, koordinator seminar dan kerjasama Universitas Kagoshima berkenan memperkenalkan beberapa sudut kota secara singkat dan saya langsung jatuh hati dengan pesona Sengan en musim ini.

Festival Chrysanthemum (Asteraceae) menjadi daya tarik utama taman Sengan pada bulan November, karena bunga yang dipercaya melambangkan cinta dan kebahagiaan ini memang mekar di musim gugur dan memiliki berbagai variasi bentuk dan warna serta kemungkinan untuk dimodifikasi bentuk penataannya.  Selain menawarkan bermacam-macam warna dan bentuk bunga Chrysantemum yang ditata di taman bunga, berbagai bentuk bonsai yang dikompetisikan juga dipamerkan di beberapa sudut.

\"\\"\\"\"

Begitu melewati gerbang taman setelah membeli tiket seharga 1000 yen dan menyaksikan keindahan aneka bentuk dan warna bunga serta aneka keanggunan tempat-tempat bersejarah bagi didirikannya pusat Industri  Jepang oleh Lord Shimadzu Nariakira (1850an) saya tak ingin  berbalik pulang sampai bisa mendapatkan informasi dan tentu saja (yang paling penting) foto yang cukup.

Taman Sengan sendiri dibangun pada tahun 1658 sebagai vila keluarga Shimadzu. Saya merasakan masyarakat Jepang amat piawai memadukan daya tarik keindahan alam yang diramu dengan nilai seni dan sejarah sehingga kesan yang didapatkan sangat optimal. Diuntungkan dengan keelokan pemandangan Sakurajima (gunung berapi aktif yang hadir penuh harmoni bagi wargaK agoshima) dan Kagoshima Bay,  Sengan en merupakan tempat yang sangat special bagi generasi Shimidzu berikutnya dan telah menjadi daya tarik utama bagi kedatangan turis mancanegara.

\"\\"\\"\"

Selain aneka tumbuhan berupa pohon khas dan bunga dengan penataan profesional, ada pilihan untuk mengunjungi museum, galeri, perusahaan kerajinan gelas dan juga falilitas residence tour untuk memasuki rumah keluarga Shimidzu sambil menikmati the Macca dan kue tradisional yang disajikan apik. Tersedia aneka pilihan makanan pada beberapa restoran dan toko kue. Ada ubi jalar bakar yang bisa dinikmati panas-panas, ada teh herbal khas Sengan en, dan di pusat  oleh-oleh saya menemukan hal yang lebih khusus dimana tersedia kotak kecil warna warni seharga 360 yen yang ketika diamati seksama ternyata berisi abu letusan Sakurajima. Hm, boleh juga *** (HennyHerwina, 12 November 2013, Kagoshima).

Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru
Tak Lulus SBMPTN? Saatnya Pilih Kampus Terakreditasi
Sekolah Tak Boleh Kenakan Pungutan Liar
Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib