Berakhir dengan Seribu Satu Cerita dan Kenangan

Ini saatnya terbang ke kota terakhir yaitu Guangzhou. Pagi itu kami meninggalkan kota Hefei. Di bandara sambil menunggu penerbangan, teman-teman sekelompokku latihan tari saman. Aku tidak ikut karena kakiku sakit. Bekas kecelakaan waktu itu masih terasa sakit. Kakiku tidak bisa dilipat dalam waktu lama. Rasanya iri melihat mereka latihan tari. Akhirnya aku nekat mengeluarkan piring dan menari piring di bandara. Rasanya percuma selama ini aku latihan tari piring kalau tidak ditampilkan. Aku berhasil membuat orang-orang melihat tari piring itu meski tanpa musik. Teman-teman juga memintaku untuk menampilkan tari piring di Univeristas Sun Yat Sen nantinya.

Setelah terbang beberapa jam, kami sampai di Guangzhou.Cuaca di Guangzhou sangat panas berbeda dengan provinsi Anhui yang lebih lembab. Begitu sampai di Guangzhou kami langsung dibawa ke Univeristas Sun Yat Sen. Betapa kecewanya kami sesampainya di Universitas Sun Yat Sen, saat tahu tidak akan ada penampilan. Sesampainya di Universitas Sut Yat Sen, kami hanya diajak berkeliling universitas, tidak ada interaksi dengan mahasiswa sana kecuali dengan beberapa mahasiswa yang menemani kami melihat-lihat universitas.

Hari ke sembilan di China, kami dibawa melihat Second Children’s Palace di Guangzhou.Tempat ini merupakan tempat pembibitan bakat anak. Sejak kecil anak-anak di China sudah diarahkan minat dan bakatnya.Setiap akhir pekan mereka pergi ke tempat ini untuk latihan. Ada banyak macam kelas di sana seperti kelas wushu, orkestra, balet dan lain-lain. Inilah mungkin alasam kenapa China menghasilkan banyak atlit berbakat, karena pembinaan yang serius sudah dilakukan sejak usia dini.

Setelah dari Children’s Palace, kami dibawa ke Guangdong Provincial Museum dan ke taman Yuexiu. Setelah itu kami diberi kesempatan berbelanja.Sayang sekali kami malah di bawa pusat perbelajaan modern karena alasan keamanan.Mereka tidak mau membawa kami ke tempat belanja murah karena tahun lalu pemuda Thailand dirompak saat berbelanja di tempat tradisional.

Dari tempat belanja, kami kembali ke hotel. Malam itu akan ada pesta perpisahan. Kami semua sepakat untuk mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Akhirnya disanalah teman-temanku menampilkan Tari Saman. Malam yang sangat menyenangkan.

Akhirnya datanglah hari perpisahan itu.Ya ini hari terakhir kami di China. Saatnya pulang, saatnya kembali ke daerah masing-masing. Rasanya sedih harus meninggalkan China, meninggalkan semua kenangan, meninggalkan teman-teman baru di China dan berpisah dengan teman-teman senusantara. Ada seribu satu cerita dan kenangan dalam benak masing-masing kami. (***)

Kemdikbud Harus Beri Edukasi Manual UNBK
SNMPTN 2018 Diumumkan pada hari ini
SBMPTN, Peserta Harus Jeli saat Pilih Jurusan Kuliah
Berakhirnya UN, Direktur Jenderal Pendidikan Dari Kemendikbud Mengimbau Siswa Tidak Lakukan Aksi Corat-Coret
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib