Penampilan Seni dan Budaya di Universitas Anhui

Hari ke lima di China, kami diajak berkunjung ke sebuah perusahaan  yaitu iFLY TEK Corporation. Ini adalah sebuah perusahaan teknologi speech yang bersertifikat internasional. Lagi-lagi ini adalah bukti kemajuan teknologi China karena teknologi speech merupakan teknologi yang sulit dan rumit. Dari perusahaan ini kami mengunjungi Museum Anhui dan belajar mengenai sejarah Anhui.

Barulah dari Museum Anhui kami ke Universitas Anhui. Ini adalah yang kami tunggu-tunggu, melakukan pertukaran dengan pemuda sana. Awalnya kami diajak berkeliling-keliling, diperkenalkan mengenai sejarah universitas Anhui. Setelah itu kami dibawa ke sebuah ruangan besar dimana mahasiswa Universitas Anhui sudah menunggu kami. Untuk beberapa menit kami duduk dan berkenalan dengan beberapa orang mahasiswa sana, setelah itu acara dimulai, mahasiswa sana melakukan beberapa penampilan seperti menyanyi, menari, bela diri.

Kami juga diajak berpartisipasi dan menampilkan apa yang sudah kami latih. Kami menyanyi, menari dan beberapa diantara kami bahkan ikut menampilkan pencak silat. Hari itu sangat menyenangkan. Kami mendapat banyak teman baru. Sayang sekali acara ini hanya berlangsung beberapa jam saja, kami sudah harus kembali ke hotel.

Hari ke enam kami pindah ke kota Wuhu. Dari Hefei ke Wuhu kami menaiki bus.Waktu tempuh perjalanan sekitar delapan jam. Kami dibawa untuk mengunjungi Chinese Art Paper park. Di sana kami melihat proses pembuatan kertas, bukan sembarang kertas melainkan kertas khusus untuk lukisan. Pembuatan kertas ini masih dilakukan dengan cara traditional. Oleh karena itu harga kertas yang dihasilkan menjadi sangat mahal. Sebenarnya selain mengunjungi tempat ini kami seharusnya juga mengunjungi Dhi Ancient Architectural Complex tapi karena cuaca tidak mengizinkan, kami batal ke sana. Selama di Wuhu, cuacanya lembab, hujan tidak berhenti turun, bahkan walaupun hanya gerimis.

Hari ke tujuh, kami  kembali ke Hefei. Dalam perjalanan ke Hefei kami mengunjungi Chery Automoblie.Ini adalah perusahaan yang memproduksi mobil. Di sana kami diajak mengelilingi pabrik dan melihat proses produksi mobil yang mereka lakukan. Setelah dari perusahaan kami ke Baochanshan.

Di sana kami diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan pemuda setempat. Sayangnya sebagian dari mereka tidak bisa berbahasa inggris.Ini jadi halangan dalam berinteraksi. Di sana juga diadakan forum diskusi mengenai hubungan mengenai hubungan Indonesia-China. Selain itu juga diadakan penampilan kebudayaan masing-masing, baik dari China dan Indonesia. Meskipun cuaca saat ini gerimis, namun acara berjalan lancar dan menyenangkan.

Malam harinya, kami berkumpul dan berdikusi menentukan apa yang akan kami tampilkan selanjutnya di Universitas Sun Yat Sen. Kami memutuskan untuk menampilkan tari saman. Malam itu juga kami berlatih bersama. Kami tidak punya banyak waktu latihan karena besok pagi kami akan terbang ke Guangzhou. (bersambung)

Kemdikbud Harus Beri Edukasi Manual UNBK
SNMPTN 2018 Diumumkan pada hari ini
SBMPTN, Peserta Harus Jeli saat Pilih Jurusan Kuliah
Berakhirnya UN, Direktur Jenderal Pendidikan Dari Kemendikbud Mengimbau Siswa Tidak Lakukan Aksi Corat-Coret
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib