Belanja di Silk Market harus Berani Menawar

Hari kedua di Beijing, kami mengunjungi Tembok Besar China dan Forbidden City. Dua situs budaya penting China. Pada malam harinya kami dijamu makan malam oleh All China youth Federation.

Hari ketiga, kami mengunjungi Museum Sejarah, Budaya dan Pemuda yang dibangun oleh Komunitas Jianguomen. Selain museum kami juga mengunjungi sebuah pusat pembinaan yang juga dimiliki oleh komunitas Jianguomen. Di tempat ini diadakan pelatihan bagi para manula dan orang-orang cacat dan terbelakang. Hari itu kami juga mengunjungi Center for Network, Film and Television of Communist Youth League of China. Itu merupakan semacam pusat yang mengatur sajian tayangan televisi, jaringan internet untuk anak-anak, remaja dan pemuda di China.

Tempat terakhir yang kami kunjungi di Beijing adalah Silk Market. Tempat berbelanja oleh-oleh yang amat penuh kejutan. Di sini kalau mau berbelanja harus kuat mental dan berani menawar karena mereka menawarkan barang dengan harga yang luar biasa tinggi dan akan sangat marah kalau kita tidak jadi membeli barang yang sudah kita tawar.

Hari ke empat di China, kami pindah ke Provinsi Anhui tepatnya ke Kota Hefei dengan menaiki kereta super cepat G265, kecepatan kereta ini mencapai 302 kilometer per jam. Saat menaiki kereta kita tidak akan merasakan cepatnya laju kereta, kita baru akan menyadari betapa kencangnya kereta tersebut saat ada kereta dari arah lain melaju disamping kereta yang kita naiki. Kereta super cepat ini adalah salah satu bukti kemajuan teknologi China.

Sesampainya di Kota Hefei, kami diajak ke District Binhu. Di sana terdapat sebuah terdapat sebuah danau yang terkenal di China yaitu Danau Chou. Pemerintah China mengembangankan daerah di sekitar danau tersebut sebagai hutan lindung yang dikenal dengan nama Binhu Wetland Forest. Terdapat kurang lebih 147 jenis tanaman di sana. Untuk mengelilingi hutan ini, pengunjung bisa mengendarai sepeda atau mengendari mobil khusus yang disewakan.

Setelah mengunjungi District Binhu, kami dibawa ke hotel dan dijamu makan malam oleh Federasi Pemuda Anhui. Malam itu, setelah makan malam, kami berlatih menyanyikan lagu mandarin karena kami akan tampil esok harinya di Universitas Anhui. (bersambung)

Satu SMP di Bukittinggi yang Tidak UNBK Mandiri
Penyelenggara UNBK Tingkat SMP Meningkat di Pasaman Barat
Guru SMPN 1 Merangin Penemu Mesin Bor Tiga Dimensi
Nilai UN Tidak Jadi Syarat Dalam SNMPTN dan SBMPTN 2018
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib