Beijing Kota yang Rapi dan Teratur

Setelah perjalanan panjang selama kurang lebih sembilan jam, akhirnya aku beserta sembilan puluh sembilan rombongan delegasi Indonesia lainnya sampai di kota Beijing. Aku masih belum percaya bisa menginjakkan kaki di negeri tirai bambu ini apalagi sebagai duta negara.Rasanya seperti dalam sebuah mimpi. Tapi hei…ini nyata, aku benar-benar merasakan hangatnya sinar mentari di kota Beijing dan menjadi bagian dari hiruk pikuk Beijing Capital International Airport pagi itu.

Aku adalah satu dari seratus delegasi Indonesia dalam program Pertukaran Pemuda Indonesia-China yang diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Aku dan patnerku Romi Mardela mewakili Sumatera Barat.Selama sepuluh hari dari tanggal 31 Agustus 2013 – 9 September 2013, kami berada di China untuk melakukan kunjungan dan pertukaran dengan pemuda China. Itu adalah sepuluh hari yang amat berharga, sepuluh hari yang penuh kenangan, sepuluh hari yang sangat bersejarah.

Selama di China, kami dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masingnya dipandu oleh beberapa liason office. Aku dan patnerku masuk dalam kelompok satu yang dipandu oleh Vivian, Ali dan Tiara.Ada empat kota yang kami kunjungi selama berada di China. Kota pertama tentu saja Beijing tempat kami mendarat. Kota kedua dan ketiga berada di Provinsi Anhui yaitu kota Hefei dan Kota Wuhu. Kota terakhir berada di Cina bagian selatan yaitu Kota Guangzhou.

Kesan pertama yang aku tangkap mengenai kota Beijing adalah kota ini amat rapi dan teratur. Meskipun Beijing adalah kota besar, tidak ada kemacetan berarti yang terjadi dalam perjalanan kami. Lalu lintasnya lancar. Padahal China merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Hal menarik lain adalah penduduknya banyak yang bersepeda dibanding yang memakai sepeda motor. Di sana ada jalur khusus dan tempat parkir untuk para pengguna sepeda.

Hal pertama yang kami lakukan begitu sampai di kota Beijing adalah mengunjungi Beijing Planning Exhibition Hall. Di sini kami belajar bagaimana pemerintah China membuat perencanaan dan membangun kota Beijing. Sungguh luar biasa, pembangunan kotanya dilakukan secara integrated serta memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan masyarakatnya. Satu hal lagi, mereka berprinsip bahwa moderintas harus digunakan untuk memugar kebudayaan yang lama. Ini terbukti dari bagaimana mereka menjaga situs-situs budayanya dan dari banyaknya dan megahnya museum-museum yang mereka miliki.

Kami juga berkesempatan mengunjungi Nasional Museum of China. Ini merupakan museum terbesar di dunia. Kami menghabiskan waktu selama 2 jam untuk mempelajari sejarah China lewat benda-benda peninggalan sejarah mereka dan waktu 2 jam itu hanya habis untuk melihat satu lantai yaitu lantai dasar. (bersambung)

Kemdikbud Harus Beri Edukasi Manual UNBK
SNMPTN 2018 Diumumkan pada hari ini
SBMPTN, Peserta Harus Jeli saat Pilih Jurusan Kuliah
Berakhirnya UN, Direktur Jenderal Pendidikan Dari Kemendikbud Mengimbau Siswa Tidak Lakukan Aksi Corat-Coret
MUSIC
STAR Radio Padang Bertabur Bintang
FILM
Transformers: Age of Extinction Libatkan Animator
TREN
Ingin Tampil Gaya, Abaikan Aturan ini
BUDAYA
Merayakan Budaya Membaca, Cerita-cerita Klasik Dib